
FUH UIN Antasari Gelar Studium Generale dan Perkuat Kerja Sama
BANJARMASIN — Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUH) UIN Antasari Banjarmasin menggelar Studium Generale untuk menandai pembukaan perkuliahan tingkat fakultas semester ganjil tahun akademik 2026/2027, Senin (12/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Mastur Jahri, Kampus 1 UIN Antasari, tersebut mengangkat tema “Risalah Jawawi al-Asrar dalam Tradisi Banjar: Atribusi, Transmisi, dan Ajaran Tasawuf”. Guru Besar FUH UIN Antasari bidang Mistisisme Islam, Prof. Dr. Muhammad Rusydi, M.Ag., hadir sebagai narasumber.
Antusiasme mahasiswa terlihat sejak pagi. Peserta memenuhi ruang utama auditorium hingga lantai dua untuk mengikuti kuliah umum tersebut.
Dekan FUH UIN Antasari, Prof. Dr. H. Akhmad Sagir, M.Ag., membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kemitraan strategis agar perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai penghasil ilmuwan dan cendekiawan, tetapi juga memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kita berharap ada kemitraan strategis. Sehingga institusi perguruan tinggi tidak hanya sebagai produsen ilmuwan dan cendekiawan,” ujarnya.
Prof. Sagir juga memaparkan potensi kolaborasi melalui berbagai program studi di FUH, termasuk Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi. Ia turut mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin dengan sejumlah lembaga pemasyarakatan di wilayah Banua Enam.
Menurut dia, program Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Antasari telah beberapa tahun dilaksanakan bersama lembaga pemasyarakatan di Amuntai dan Tanjung. Melalui program tersebut, mahasiswa turut membantu memenuhi kebutuhan psikologis dan mendukung kesehatan sosial warga binaan.
“Kuliah Kerja Nyata yang dilaksanakan UIN Antasari sudah berjalan beberapa tahun ini bersama lapas-lapas di Banua Enam, yaitu di Amuntai dan Tanjung, yang selalu dikirimi mahasiswa KKN untuk membantu keperluan secara psikologis dan kesehatan sosial para warga binaan,” ungkapnya.
Terkait pelaksanaan Studium Generale, Prof. Sagir berpesan agar mahasiswa mampu menerapkan ilmu yang diperoleh sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing.
Ia berharap materi kuliah umum dapat memperkaya perspektif mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FUH.
UIN Antasari Perkuat Kerja Sama dengan Mitra
Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara UIN Antasari dan Sentra Budi Luhur (SBL) Banjarbaru, Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Selain itu, FUH UIN Antasari menandatangani perjanjian kerja sama dengan Lapas Perempuan Kelas IIA Martapura terkait implementasi kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi.
Kepala Sentra Budi Luhur Banjarbaru, Radna Dewi Sartika, AKS, M.A.P., menyambut baik penguatan kerja sama tersebut. Ia menyebut UIN Antasari telah lama menjadi mitra dalam mendukung penguatan kapasitas penerima manfaat, khususnya melalui Program Studi Psikologi Islam.
“UIN Antasari bukan mitra yang baru, tetapi sudah sekian lama menjalin kerja sama dalam hal penguatan bagi penerima manfaat kami, yang dalam hal ini sering kali dikerjasamakan dengan Prodi Psikologi Islam,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Martapura, Evi Loliancy, A.Md.IP., S.Sos., M.Si., menekankan pentingnya keterlibatan akademisi dalam mendukung kesehatan mental warga binaan.
“Kami bekerja sama dengan UIN Antasari berkaitan dengan psikologi, sehingga kami meminta bantuan UIN Antasari untuk membantu kami melaksanakan fungsi kami,” jelasnya.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga mitra dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.
Mahasiswa Berprestasi Mendapat Penghargaan
Selain kuliah umum dan penandatanganan kerja sama, kegiatan tersebut diisi dengan pengumuman serta penyerahan sertifikat dan medali kepada mahasiswa berprestasi tahun 2026.
Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan fakultas pada awal semester ganjil tahun akademik 2026/2027.
Memasuki acara inti, materi disampaikan oleh Prof. Dr. Muhammad Rusydi, M.Ag., dengan dipandu oleh dosen Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, M. Rais Nasruddin, M.Ag.
Diskusi berlangsung interaktif ketika sesi tanya jawab dibuka. Mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan, sementara sejumlah dosen turut berpartisipasi dalam diskusi bersama narasumber.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi peserta, narasumber memberikan hadiah buku kepada mahasiswa yang aktif berdiskusi.
Melalui kegiatan ini, FUH UIN Antasari menggabungkan penguatan wawasan akademik, apresiasi terhadap prestasi mahasiswa, dan pengembangan kemitraan kelembagaan dalam rangka mendukung pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.
(Editor : Humas Fuh/Alf)











