
FUH UIN Antasari Yudisium 129 Mahasiswa Semester Genap 2025/2026
BANJARMASIN — Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUH) Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin menggelar yudisium Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 terhadap 129 mahasiswa di Auditorium Mastur Jahri, Kampus 1 UIN Antasari, Jumat (16/10/2026).
Sebanyak 129 mahasiswa tersebut berasal dari empat program studi, yakni Studi Agama-Agama, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Aqidah dan Filsafat Islam, serta Psikologi Islam. Pada yudisium kali ini, Desi Widiya Puzi Astuti, S.Ag., dari Program Studi IAT meraih predikat lulusan terbaik tingkat fakultas dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,86 dengan predikat pujian.
129 Mahasiswa dari Empat Program Studi
Dalam laporan akademiknya, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FUH, Dr. Norhidayat, M.Ag., menyampaikan bahwa pendaftaran dan pelaksanaan sidang skripsi untuk semester genap berlangsung pada Maret hingga Juli 2026.
Ia menjelaskan, seluruh rangkaian proses akademik tersebut telah berjalan lancar hingga pelaksanaan yudisium.
Berdasarkan data fakultas, peserta yudisium terdiri atas 12 mahasiswa Program Studi Studi Agama-Agama, 65 mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 14 mahasiswa Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, serta 38 mahasiswa Program Studi Psikologi Islam.
Dari sisi masa studi, sebanyak 62 mahasiswa menyelesaikan pendidikan dalam waktu empat tahun, sedangkan peserta lainnya menempuh masa studi lebih dari empat tahun.
Dekan Tekankan Kerendahan Hati dan Pengabdian
Dekan FUH UIN Antasari, Prof. Dr. H. Akhmad Sagir, M.Ag., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya yudisium di tengah padatnya agenda universitas dan fakultas sejak surat keputusan (SK) terbit pada 31 Juli 2026.
Dalam sambutannya, ia mengutip Surah Al-Hadid ayat 22–23 sebagai pengingat bagi para lulusan untuk menyikapi keberhasilan dan kegagalan secara bijaksana setelah menyelesaikan pendidikan.
Prof. Sagir menyoroti pesan dalam Surah Al-Hadid ayat 23 tentang pentingnya tidak larut dalam kesedihan atas sesuatu yang luput dari harapan serta tidak berlebihan dalam menyikapi pencapaian.
“Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan dirinya,” ujarnya saat menjelaskan pesan ayat tersebut.
Ia mengingatkan para lulusan agar tetap rendah hati, baik ketika memperoleh keberhasilan maupun saat menghadapi keadaan yang tidak sesuai dengan harapan.
Menurutnya, capaian akademik perlu disertai sikap yang baik dalam menghadapi dinamika kehidupan. Para lulusan juga diharapkan mampu membawa ilmu yang diperoleh selama kuliah untuk memberikan kontribusi positif di lingkungan masing-masing.
Dekan turut mengapresiasi mahasiswa yang berjuang menyelesaikan studi hingga memenuhi ketentuan akademik. Ia secara khusus menyebut 46 mahasiswa dalam sambutannya.
“Bawalah kebahagiaan dan apa yang sudah kalian dapatkan di bangku kuliah ini ke kampung halaman, dan tunjukkan bahwa Anda semua lulusan UIN Antasari, lulusan Fakultas Ushuluddin dan Humaniora yang membanggakan di tengah masyarakat dengan ilmu yang sudah dimiliki,” pesannya.
Desi Widiya Puzi Astuti Raih Predikat Lulusan Terbaik
Predikat lulusan terbaik tingkat fakultas pada yudisium Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 diraih Desi Widiya Puzi Astuti, S.Ag., dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Ia memperoleh IPK 3,86 dengan predikat pujian.
Prestasi tersebut diraih melalui penyelesaian karya ilmiah berjudul “Peran Ibu Tunggal dalam Kisah Hajar dan Hannah Menurut Perspektif Tafsir Al-Qur’an”.
Mewakili peserta yudisium, Desi menyampaikan bahwa kelulusan merupakan hasil dari perjalanan panjang yang diwarnai perjuangan, pengorbanan, dan doa.
“Berdiri di sini mewakili teman-teman semua merupakan kebahagiaan sekaligus kehormatan yang sulit untuk saya ungkapkan dengan kata-kata. Sebab hari ini bukan sekadar tentang sebuah acara yudisium, hari ini adalah tentang perjalanan panjang yang akhirnya membawa kita sampai ke titik ini,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para dosen yang telah membimbing selama proses pendidikan serta kepada orang tua yang senantiasa memberikan doa dan dukungan.
Desi berharap para dosen dan orang tua selalu diberikan kesehatan, umur yang penuh keberkahan, serta kesempatan untuk merasakan kebahagiaan bersama keluarga.
Dalam pesannya kepada sesama lulusan, ia mengingatkan agar ilmu yang diperoleh selama kuliah tidak berhenti sebagai gelar akademik, tetapi diwujudkan dalam pemahaman dan tindakan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Apa pun jalan yang kita pilih, semoga ilmu yang kita peroleh tidak berhenti sebagai gelar di belakang nama kita, tetapi tumbuh menjadi pemahaman dan manfaat bagi orang-orang di sekitar kita,” tuturnya.
Ia juga mengajak rekan-rekannya untuk terus berusaha, berdoa, dan berani mengejar cita-cita.
“Jangan takut bermimpi besar hanya karena kita belum tahu bagaimana cara mencapainya. Teruslah berusaha, teruslah berdoa, dan jangan pernah meremehkan kemampuan yang Allah Swt. titipkan dalam diri kita,” pungkasnya.
Melalui yudisium ini, 129 mahasiswa FUH UIN Antasari resmi menyelesaikan tahapan akademik yang telah ditempuh. Para lulusan diharapkan dapat mengembangkan ilmu dan kompetensi yang dimiliki serta memberikan manfaat bagi masyarakat di lingkungan masing-masing.
(Humas : Fuh/Alf)









