
Prodi Agama-Agama UIN Antasari Perkuat Kurikulum Berbasis OBE dan SKKNI
BANJARMASIN — Program Studi Agama-Agama, Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUH) UIN Antasari Banjarmasin, menggelar Workshop Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan Terintegrasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Senin (5/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Munaqasyah FUH, Kampus I UIN Antasari Banjarmasin, ini menghadirkan Prof. Dr. Deni Miharja, M.Ag., Guru Besar Studi Agama-Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung, sebagai narasumber sekaligus reviewer kurikulum.
Workshop tersebut merupakan bagian dari upaya Program Studi Agama-Agama untuk mengevaluasi dan menyempurnakan kurikulum agar relevan dengan perkembangan keilmuan, kebutuhan masyarakat, serta tuntutan kompetensi lulusan di dunia kerja.
Dalam kajian Studi Agama-Agama, mahasiswa tidak hanya mempelajari agama dari perspektif ilmiah, objektif, kritis, dan dialogis, tetapi juga dituntut mampu memahami dinamika kehidupan keagamaan di tengah masyarakat yang beragam.
Dalam sesi peninjauan kurikulum, Prof. Deni Miharja memberikan masukan akademik mengenai penguatan struktur kurikulum berbasis OBE. Peninjauan ini menekankan pentingnya keterkaitan antara profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), bahan kajian, mata kuliah, proses pembelajaran, dan sistem asesmen.
Pengembangan kurikulum juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan mahasiswa dalam analisis, penelitian, komunikasi lintas agama, dan dialog. Kompetensi tersebut diperlukan untuk menghadapi berbagai persoalan sosial-keagamaan yang berkembang di masyarakat.
Selain penerapan OBE, integrasi SKKNI menjadi salah satu fokus dalam peninjauan kurikulum. Penyelarasan ini diharapkan dapat memperjelas kompetensi yang perlu dikuasai mahasiswa sekaligus memperkuat keterkaitan antara capaian pembelajaran perguruan tinggi dan kebutuhan dunia profesional.
Melalui workshop ini, Program Studi Agama-Agama FUH UIN Antasari Banjarmasin berupaya mengembangkan kurikulum yang tidak hanya memperkuat penguasaan teori dan metodologi keilmuan, tetapi juga mendukung kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
(Editor : Humas Fuh/Alf)




