
Prodi Tasawuf dan Psikoterapi FUH UIN Antasari Sosialisasikan PMB dan Edukasi Kesehatan Mental Santri
BANJARMASIN, fuh.uin-antasari.ac.id — Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi (TP), Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUH) UIN Antasari Banjarmasin, menggelar sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Pondok Pesantren Al-Hikmah Banjarmasin, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan bertema “Sahabat Santri: Penguatan Literasi Kesehatan Mental dan Dukungan Sebaya Berbasis Nilai-Nilai Islam bagi Generasi Z di Pondok Pesantren” tersebut bertujuan memperkenalkan program studi sekaligus meningkatkan pemahaman santri mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi PMB. Dalam sesi tersebut, para santri diperkenalkan pada profil program studi, bidang keilmuan yang dipelajari, serta prospek lulusan.
Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi memadukan kajian spiritualitas Islam, akhlak, dan pendekatan psikologis dalam memahami manusia. Bidang keilmuan ini menjadi salah satu pilihan pendidikan tinggi bagi generasi muda yang tertarik mendalami pengembangan diri, pendampingan spiritual, dan kesehatan mental berbasis nilai-nilai Islam.
Setelah sosialisasi PMB, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi literasi kesehatan mental dan penguatan dukungan sebaya. Para santri diajak memahami pentingnya mengenali emosi, mengelola tekanan psikologis, membangun pertemanan yang sehat, serta memberikan dukungan kepada teman sebaya yang sedang menghadapi kesulitan.
Melalui pendekatan dukungan sebaya, santri didorong untuk membangun kepedulian dan empati dalam kehidupan sehari-hari. Lingkungan pesantren dengan interaksi sosial yang erat dinilai menjadi ruang penting untuk menumbuhkan budaya saling mendukung.
Santri juga diajak memahami pentingnya hadir sebagai teman yang bersedia mendengarkan dan memberikan dukungan tanpa menghakimi. Namun, ketika menghadapi persoalan psikologis yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, mereka perlu memahami pentingnya mencari bantuan dari pihak yang tepat.
Materi kesehatan mental tersebut turut mengintegrasikan nilai-nilai Islam, seperti kasih sayang (rahmah), persaudaraan (ukhuwah), kepedulian, dan sikap saling menolong dalam kebaikan. Pendekatan ini menekankan bahwa menjaga kesehatan psikologis dapat berjalan selaras dengan penguatan spiritualitas dalam kehidupan santri.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan pihak pesantren diharapkan dapat memperkuat hubungan perguruan tinggi dengan lembaga pendidikan Islam serta membuka peluang kerja sama berkelanjutan dalam bidang pendidikan, spiritualitas, dan kesehatan mental.
Melalui kegiatan tersebut, Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi FUH UIN Antasari Banjarmasin berharap dapat memperluas pengenalan program studi kepada masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya lingkungan pesantren yang lebih peduli terhadap kesehatan mental generasi muda.
Semangat “Sahabat Santri” diharapkan dapat berkembang menjadi budaya saling peduli, menguatkan, dan mendukung di lingkungan pesantren. Dengan demikian, santri diharapkan dapat bertumbuh dalam aspek keilmuan dan spiritualitas, sekaligus mengembangkan kematangan emosional serta kemampuan membangun hubungan sosial yang sehat.
(Editor: Humas FUH/Alf)







