
FUH UIN Antasari Borong Penghargaan BIAF 2026, Raih Apresiasi Artikel dan Presentasi Terbaik
BANJARMASIN, fuh.uin-antasari.ac.id – Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUH) Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin menorehkan prestasi dalam ajang Borneo International Academic Forum (BIAF) 2026 yang diselenggarakan pada 17–19 September 2026 di UIN Antasari Banjarmasin. Sejumlah mahasiswa FUH berhasil meraih penghargaan dalam berbagai kategori, mulai dari kualitas artikel ilmiah, kebaruan penelitian, metodologi, keterlibatan literatur, hingga kemampuan presentasi dan diskusi akademik.
Capaian tersebut menunjukkan keterlibatan mahasiswa FUH dalam pengembangan tradisi akademik dan penelitian ilmiah. Penghargaan yang diperoleh tidak hanya mencerminkan kualitas karya tulis, tetapi juga kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan gagasan, mempertahankan argumentasi, serta menjawab pertanyaan dalam forum akademik.
Berdasarkan dokumen penetapan penerima penghargaan BIAF 2026, apresiasi diberikan melalui dua kelompok penilaian utama, yakni kategori berdasarkan artikel ilmiah dan kategori berdasarkan performance atau penampilan peserta dalam forum akademik.
Pada kategori penilaian artikel, Muhammad Arsyad dan Siti Nurul Hikmah, keduanya dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), berhasil memperoleh penghargaan The Best Paper. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap kualitas artikel ilmiah yang dihasilkan oleh mahasiswa.
Selanjutnya, penghargaan The Best Novelty diraih oleh Muhammad Nizar Alwi dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT). Sementara itu, Muhammad Naufal Razzak, yang juga berasal dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, memperoleh penghargaan The Best Methodology.
Penghargaan lainnya dalam kategori artikel adalah The Best Literature Engagement yang diberikan kepada dua mahasiswa, yaitu Muhammad Aminullah dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) serta Alya Kamilah dari Program Studi Psikologi Islam (PI). Adapun penghargaan The Best Research Question diraih oleh Azkiya Rahmah dari Program Studi Studi Agama-Agama (SAA).
Selain kualitas artikel, mahasiswa FUH juga memperoleh apresiasi dalam kategori penilaian berdasarkan kemampuan presentasi dan performa akademik. Pada kategori ini, Maudy Muzalifah dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) dan Muhammad Ilyas dari Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) memperoleh tiga penghargaan, yakni The Best Slide Juara 1, The Best Presenter Juara 1, serta The Best QNA Performance Juara 2.
Prestasi berikutnya diraih Muhammad Naufal Razzak dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), yang memperoleh The Best Slide Juara 1 dan The Best Presenter Juara 2. Sementara itu, M. Zaki Mubarak dari Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) meraih The Best Slide Juara 1 dan The Best Presenter Juara 3.
Pada kategori yang sama, Mia Alfisah dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) memperoleh penghargaan The Best Slide Juara 2. Wulan Afriza dari Program Studi Ilmu Hadis meraih The Best Presenter Juara 2. Adapun Azkia Rahmah dari Program Studi Studi Agama-Agama (SAA) memperoleh penghargaan The Best Slide Juara 3.
Daftar Lengkap Penerima Penghargaan BIAF 2026
Berikut nama-nama mahasiswa FUH UIN Antasari Banjarmasin yang tercantum dalam penetapan penerima penghargaan Borneo International Academic Forum (BIAF) 2026:
A. Kategori Penilaian Berdasarkan Artikel
- Muhammad Arsyad (IAT) – The Best Paper.
- Siti Nurul Hikmah (IAT) – The Best Paper.
- Muhammad Nizar Alwi (IAT) – The Best Novelty.
- Muhammad Naufal Razzak (IAT) – The Best Methodology.
- Muhammad Aminullah (IAT) – The Best Literature Engagement.
- Alya Kamilah (PI) – The Best Literature Engagement.
- Azkiya Rahmah (SAA) – The Best Research Question.
B. Kategori Penilaian Berdasarkan Performance
- Maudy Muzalifah (IAT) dan Muhammad Ilyas (AFI):
- The Best Slide – Juara 1.
- The Best Presenter – Juara 1.
- The Best QNA Performance – Juara 2.
- Muhammad Naufal Razzak (IAT):
- The Best Slide – Juara 1.
- The Best Presenter – Juara 2.
- M. Zaki Mubarak (AFI):
- The Best Slide – Juara 1.
- The Best Presenter – Juara 3.
- Mia Alfisah (IAT):
- The Best Slide – Juara 2.
- Wulan Afriza (Ilmu Hadis):
- The Best Presenter – Juara 2.
- Azkia Rahmah (SAA):
- The Best Slide – Juara 3.
Memperkuat Tradisi Akademik dan Budaya Riset Mahasiswa
Perolehan penghargaan dalam BIAF 2026 memperlihatkan beragam aspek kompetensi akademik yang dikembangkan mahasiswa FUH UIN Antasari. Penghargaan The Best Paper, The Best Novelty, dan The Best Methodology menunjukkan adanya apresiasi terhadap kualitas penyusunan karya ilmiah, kebaruan gagasan, serta ketepatan pendekatan penelitian.
Sementara itu, kategori The Best Literature Engagement dan The Best Research Question memberikan perhatian terhadap kemampuan mahasiswa dalam membangun landasan kajian dan merumuskan persoalan penelitian. Kedua aspek tersebut merupakan bagian penting dalam proses menghasilkan karya ilmiah yang memiliki dasar argumentasi dan arah penelitian yang jelas.
Pada sisi lain, penghargaan dalam kategori The Best Slide, The Best Presenter, dan The Best QNA Performance menunjukkan pentingnya kemampuan mengomunikasikan hasil penelitian. Kualitas penelitian tidak hanya ditentukan oleh gagasan dan metode yang digunakan, tetapi juga oleh kemampuan peneliti menyampaikan temuan, menjelaskan argumentasi, serta merespons pertanyaan secara ilmiah.
Keterlibatan mahasiswa dalam forum akademik seperti BIAF juga menjadi ruang pembelajaran untuk memperluas wawasan, membangun jejaring keilmuan, dan meningkatkan pengalaman berinteraksi dalam lingkungan akademik yang lebih luas.
Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan menulis, meneliti, berdiskusi, dan mempresentasikan hasil kajian secara kritis dan sistematis. Penguatan budaya riset di lingkungan fakultas juga memerlukan dukungan berkelanjutan melalui pembinaan akademik, pendampingan dosen, pengembangan komunitas ilmiah, serta kesempatan mengikuti forum akademik.
Prestasi mahasiswa dalam BIAF 2026 menjadi bagian dari kontribusi FUH UIN Antasari dalam mendorong lahirnya generasi akademisi yang memiliki kemampuan berpikir kritis, penguasaan keilmuan, integritas akademik, dan keberanian menyampaikan gagasan berdasarkan penelitian.
Melalui capaian tersebut, FUH UIN Antasari Banjarmasin terus berupaya memperkuat lingkungan akademik yang produktif, kompetitif, dan berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan. Prestasi ini diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian individual, tetapi menjadi inspirasi bagi tumbuhnya tradisi riset dan budaya akademik yang lebih kuat di lingkungan fakultas.



